Penyakit AIN benar2 terjadi!
Apa Itu Penyakit ‘Ain?
Kadang orang tua merasa panik dan merasa aneh ketika tiba-tiba permata hatinya menangis terus sepanjang hari tanpa ada sebab yang pasti, sakit….tidak juga, digigit serangga pun tidak. Lalu…?
Penyakit yang diderita anak-anak tidak semuanya bisa dideteksi dengan ilmu kedokteran. Ada juga sebab syar’i yaitu penyakit ‘ain. Sebagaimana pernah terjadi di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pernah melihat anak perempuan di rumah Ummu Salamah istri beliau. Di wajah anak itu ada warna kehitaman. Beliau kemudian berkata kepada Ummu Salamah,
“Ruqyahlah dia, karena dia terkena ‘ain.” (H.R Bukhari dan Muslim)
Di hadits yang lain juga diceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyuruh anak-anak pamannya untuk diruqyah karena badannya kurus-kurus seperti anak yang kekurangan.
Penyakit ‘ain atau pandangan mata adalah pandangan seseorang terhadap sesuatu yang dianggap menakjubkan disertai dengan rasa dengki, sehingga mengakibatkan bahaya terhadap yang dipandangnya. ‘Ain juga dapat terjadi dari pandangan yang penuh kekaguman tanpa disertai rasa dengki, bahkan bisa terjadi dari orang yang shalih. Sebagaiman pernah terjadi pada sahabat Nabi, Sahl bin Hunaif yang terkena ‘ain dari sahabat yang lain, yaitu Amir bin Rabiah.
Penyakit ‘ain itu benar-benar ada dan bukan khurafat yang dihubung-hubungkan dengan pujian. Sebagaiman anggapan sebagian besar masyarakat Indonesia bahwa pujian kepada seorang anak akan menyebabkab sakit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“’Ain itu benar adanya. Seandainay ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, tentu akan didahului oleh ‘ain.” (Riwayat Muslim)
Jadi bukan pujian yang menyebabkan dampak buruk bagi anak yang dipujinya, melainkan bermula dari pandangan mata sang pemujinya, baik pujian itu karena ada rasa iri atau karena benar-benar ada kekaguman.
Tindakan Preventif Terhadap Penyakit ‘Ain
Para orang tua hendaknya berusaha melindungi buah hatinya agar terhindar dari penyakit ‘ain, dengan cara:
*. Melindungi diri dan anaknya dengan membaca ruqyah-ruqyah yang diajarkan dalam Islam dan membaca doa,
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa, dan dari setiap mata yang jahat.” (Riwayat Bukhari)
* Juga membaca doa yang digunakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melindungi Hasan dan Husain,
“Aku berlindung kepada Allah untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala setan, binatang yang berbisa, dan pandangan mata yang jahat.” (Riwayat Bukhari)
* Siapapun orangnya jika melihat sesuatu yang baik ada pada dirinya, anaknya, hartanya atau yang lainnya yang menakjubkan dirinya, hendaklah membaca doa,
“ Masya Allah (atas kehendak Allah), tidak ada kekuatan melainkan hanya dengan (pertolongan) Allah. Ya Allah, berikan berkah padanya.”
*. Sebaiknya orang tua tidak mengungkapkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki anaknya, karena hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan iri pada orang lain.
Apabila Terkena ‘Ain
Saat anak kita mengalami sakit dan ternyata sakitnya karena ‘ain, maka:
Jika pelakunya diketahui, maka orang tersebut diperintahkan untuk berwudhu. Bekas wudhu orang tersebut digunakan untuk memandikan anak yang terkena ‘ain.
Tapi jika tidak diketahui perbanyak membaca surat Al-Ikhlas, muawwidzatain (An-Nas dan Al-Falaq), Al-Fatihah, ayat Kursi, 2 ayat terakhir surat Al-Baqarah, dan mendoakan dengan doa-doa yang disyariatkan. Membaca pada air disertai tiupan, kemudian diminumkan pada anak yang sakit dan sisanya disiramkan ke tubuhya, atau dibacakan pada minyak dan minyaknya dioleskan ke tubuhnya. Lebih baik lagi jika bacaan itu dibacakan pada air zam-zam.
Orang tua mana yang tidak ingin anaknya dapat tumbuh dengan sehat dan selamat. Oleh karenanya perlu bagi orang tua untuk senantiasa memperhatikan kondisi jasmani maupun psikolagi anaknya, baik ditinjau dari sisi kedokteran secara umum atau secara syar’i. Wallahu a’lam…
Isnin, 23 Mei 2011
Sabtu, 14 Mei 2011
Qarin ada pada semua maknusia.......
Qarin Akan Bersama-sama Mengiringi Kelahiran Seorang Bayi
by Abu Basyer on Friday, May 13, 2011 at 9:01am
Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.
Sahabat yang dirahmati Allah,
Sabda Nabi S.A.W. maksudnya : "Tidak ada sesiapa diantara kamu melainkan baginya ditugaskan qarin dari kalangan jin, mereka berkata : 'Walaupun kamu Ya Rasulullah?', Baginda menjawab : 'Walaupun Aku, akan tetapi Allah menolongku dan aku selamat darinya (atau - mengIslamkannya), maka dia hanya akan memerintahku melakukan perkara yang baik" (Hadis Riwayat Muslim)
Qarin adalah sejenis jin yang berdamping dengan manusia. Qarin di sini adalah makhluk halus (dikalangan jin) yang mengiringi kelahiran seseorang bayi. Qarin suka menghasut manusia kearah kejahatan, melainkan qarin Nabi S.A.W. yang telah ditundukkan oleh baginda dan telah memeluk Islam.
Firman Allah S.W.T. maksudnya : ( Syaitan) yang sentiasa menyertainya (di dunia dahulu) berkata: 'Wahai Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi sememangnya dia sendiri berada di dalam kesesatan yang jauh terpesong'. (Allah berfirman) : 'Janganlah kamu bertengkar dihadapan-Ku, dan sungguh, dahulu Aku telah memberikan ancaman kepadamu.'. Keputusan-Ku tidak dapat diubah dan Aku tidak menzalimi hamba-hamba-Ku."
(Surah Qaf ayat 27-29)
Menurut Ibn Kathir rh, ayat "(qarin) syaitan yang sentiasa menyertainya (di dunia dahulu) berkata : "Ibn Abbas r.a, Mujahid, Qutaadah dan lain-lain mengatakan bahawa ia merujuk kepada 'syaitan' yang ditugaskan berdamping dengannya".
Disifatkan bahawa qarin ini pada hari kiamat tidak mengaku telah menyesatkan manusia, lalu mengatakan bahawa manusialah yang menyesatkan diri mereka sendiri. Seterusnya Ibn Kathir rh. memetik firman Allah S.W.T. menyatakan tugasan syaitan setelah berjaya menyesatkan manusia :-
Firman Allah S.W.T. maksudnya : "Dan berkatalah pula syaitan setelah selesai perkara itu: Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kamu dengan janji yang benar dan aku telah menjanjikan kamu lalu aku mungkiri janjiku itu kepada kamu dan tiadalah bagiku sebarang alasan dan kuasa mempengaruhi kamu selain daripada aku telah mengajak kamu lalu kamu terburu-buru menurut ajakanku itu; maka janganlah kamu salahkan daku tetapi salahkan diri kamu sendiri. Aku tidak dapat menyelamatkan kamu dan kamu juga tidak dapat menyelamatkan daku. Sesungguhnya dari dahulu lagi aku telah kufur ingkarkan (perintah Tuhan) yang kamu sekutukan daku denganNya. Sesungguhnya orang-orang yang zalim (yang meletakkan sesuatu pada bukan tempatnya) beroleh azab yang tidak terperi sakitnya." (Surah Ibrahim ayat 22)
Ibn Kathir rh menerangkan bahawa apabila dihadapan Allah kelak, kedua-dua manusia dan qarin saling menuduh diantara satu sama lain. Seterusnya Allah S.W.T. mengatakan bahawa semuanya sudah di hakimi, dan Allah hanya akan mengazab dosa yang ditanggung oleh masing2 dan bukan dosa orang lain. (Mukhtasar Tafsir al-Quran al-Azhim - Umdah al-Tafsir 'an al-hafiz Ibn Kathir 3/371, Dar el-Wafa' 2003. syiekh Ahmad Muhammad Syakir).
Satu persoalan yang timbul, adakah qarin Nabi S.A.W. juga seperti qarin manusia yang lain? Tentu sekali tidak. Nabi S.A.W telah megIslamkan qarinnya.
Kewujudan qarin ini ialah untuk menggoda manusia menampakkan hal-hal yang buruk dan yang jahat-jahat seolah-olah baik pada pandangan mata manusia. Qarin sentiasa berusaha untuk menjerumuskan manusia dan mengajak mereka melakukan kemungkaran dengan cara menggoda, merayu, memujuk dan menipu. Semua manusia mempunyai qarin sama ada ia nabi atau orang yang alim.
Qarin juga yang sentiasa menimbulkan was-was semasa kita mengerjakan solat hingga lupa berapa rekaat. Qarin yang sudah sedia ada bersama manusia akan bekerjasama dengan syaitan dan jin kafir lain yang datang kepada manusia untuk membisikan dan menggoda manusia dengan apa cara sekali pun.
Jika seseorang meninggal dunia (biasanya seseorang yang menuntut ilmu sihir) kadangkala ternampak banyangan simati balik kerumah, sebenarnya yang balik bukan ruh si mati tetapi qarin si mati yang berupa seperti wajah simati.
Dalam surah al-An'am: 112 Allah S.W.T berfirman maksudnya: "Dan demikianlah kami jadikan bagi setiap nabi itu musuh dari jenis manusia dan jin, sebahagian daripada mereka membisikkan kepada yang lain perkataan yang indah-indah untuk menipu."
Rasulullah S.A.W pernah bersabda yang bermaksud:
"Tidaklah salah seorang daripada kamu (yang lahir ke dunia) melainkan dia telah dipertemankan dengan seorang kawannya daripada jin dan seorang kawannya daripada kalangan malaikat. Sahabat bertanya: Adakah engkau juga wahai Rasulullah? Baginda menjawab: Dan aku pun. Akan tetapi Allah menolong aku daripada gangguannya, maka tidaklah ia mendorong saya, kecuali kepada kebaikan."
Tersebut dalam Al-Quran tentang tugas-tugas malaikat. Di antara mereka ada yang tugasnya mencatat amalan makhluk setiap hari, mencatat segala ucapan dan ada yang membawa wahyu kepada rasul-rasul dan nabi-nabi. Ada pula yang menjadi duta‑duta. Ada pula yang bertugas memelihara al -Quran, ada yang menjaga syurga dan ada yang menjaga neraka. Di antara mereka juga ada yang sentiasa berdoa siang dan malam, memuji-muji Allah dan bersujud. Ada pula yang sentiasa berdoa agar makhluk yang taat kepada Allah diberi keampunan.
Tersebut juga dalam Al-Quran tentang adanya malaikat yang datang membawakan ilham kepada Maryam bahawa dia akan diberi putera, atau yang kelihatan oleh Rasulullah S.A.W., ketika beliau mula-mula menerima wahyu.
Tersebut juga dalam Al-Quran bahawa malaikat yang datang membawa wahyu kepada rasul-rasul itu namanya Jibril . Manusia yang sentiasa beriman dan istiqamah (tetap hati)) akan didatangi oleh malaikat-malaikat untuk menghilangkan rasa takut dan dukacita mereka. Dalam Peperangan Badar malaikat telah datang menolong orang-orang Islam, sampai 3,000 malaikat jumlahnya.
Dijelaskan juga dalam hadis bahawa malaikat-malaikat itu memberi ilham yang baik semangat dan iman. Ketika manusia diberi ilham yang baik oleh malaikat atau was-was yang buruk oleh syaitan, maka yang menerima ilham atau was-was itu bukanlah badan kasar, melainkan roh manusia jua.
Tidak ada seorang pun yang dapat melihat dengan matanya sama ada malaikat atau syaitan yang datang memberi ilham atau was-was, melainkan pengaruh mereka itu masuk ke dalam jiwa atau perasaan orang yang berkenaan.
Kenyataan ini dikuatkan oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Termizi, an-Nisai demikian maksudnya : "Sesungguhnya dari syaitan ada semacam gangguan kepada anak Adam, dan dari malaikat pun ada pula. Adapun gangguan syaitan ialah menjanjikan kejahatan dan mendustakan kebenaran dan sentuhan malaikat ialah menjanjikan kebaikan dan menerima kebenaran. Maka sesiapa merasai yang demikian, dia hendaklah mengetahui bahawa perkara itu daripada Allah dan terima kasihlah ia kepada-Nya."
Tetapi kalau didapatinya yang lain, maka dia hendaklah berlindung kepada Allah daripada syaitan yang direjam. Banyakkan berzikir dan beristighfar supaya terhindar daripada gangguan syaitan.
Jelasnya bahawa setiap orang itu mempunyai qarin. Maksud qarin di sini ialah jin kafir yang sentiasa berusaha untuk menyesatkan manusia. Di antara qarin dan manusia, perbezaannya ialah manusia adalah seumpama bahan tunggangan, manakala qarin (jin kafir atau syaitan) tadi adalah penunggangnya. Demikianlah perbandingan yang diberi oleh Rasulullah S.A.W.
Maksud menunggang atau memperkosa di sini bukanlah seumpama manusia itu menunggang kuda, menjadikan syaitan itu seumpama seorang penunggang yang sentiasa berada di atas jasad manusia dalam keadaan yang tidak dapat dilihat.
Maksud sebenar hadis ini ialah iblis dan syaitan itu sentiasa berazam dan berusaha supaya manusia menurut kehendaknya. banyak di antara mereka yang terpedaya dengannya sehingga menjadikan manusia itu memandang benda-benda yang baik itu buruk dan yang buruk itu baik serta menarik, cantik serta mengghairahkan, lantas mereka menentang perintah Allah S.W.T. Mereka inilah golongan yang menjadi bahan tunggangan qarin tadi.
Sahabat yang dimuliakan,
Iblis menggoda dan menipu manusia. Gambaran godaan iblis dan syaitan terhadap manusia dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang bermaksud bahawa seseorang itu apabila hendak menganut agama Islam, iblis akan menggoda dan menipu manusia. Syaitan akan bertanya adakah mereka hendak meninggalkan agama asal mereka, iaitu agama yang telah dianuti oleh bapa-bapa dan keturunan mereka sejak dahulu kala lagi. Ketika manusia hendak berhijrah, iblis dan syaitan bertanya, adakah mereka sanggup meninggalkan tanah air yang telah mereka diami sejak dahulu kala. Adakah mereka akan meninggalkan langit atau tempat mereka berlindung. Pada hal tempat yang hendak dituju belum pasti dapat menjamin kebahagiaan mereka.
Sesungguhnya syaitan itu duduk mengganggu manusia dengan berbagai-bagai cara. la duduk melakukan gangguan kepada manusia dengan alasan Islam. Lalu ia berkata: "Apakah kamu masuk Islam dan meninggalkan agama kamu dan agama nenek-moyang kamu? Tetapi manusia itu menentangnya dan masuk Islam. Lalu syaitan itu duduk mengganggu manusia dengan jalan hijrah." Syaitan berkata: "Apakah kamu hendak hijrah, meninggalkan bumi dan langitmu? Tetapi manusia itu menentang dan hijrah. Kemudian syaitan itu duduk dan menganggu manusia dengan jalan jihad dan berkata: Apakah kamu akan berjihad sedangkan jihad itu menghilangkan nyawa dan harta. Kamu akan terbunuh. Maka isteri kamu akan dikahwini oleh orang lain, manakala harta-harta kamu akan dibahagi-bahagikan. Tetapi manusia tetap menentang syaitan dan terus berjihad.
Begitulah gambaran ringkas atas tamsil yang terjadi antara manusia dan qarinnya atau dengan syaitan lain. Hanya manusia yang leka dan sesat sahaja yang akan terpedaya dengan qarinnya yang boleh diperintah dan diarahkan menurut kehendaknya. Mereka inilah yang akan menjadi kuda tunggangan iblis dan syaitan. Inilah jawapan Allah S.W.T ketika iblis bersumpah akan membinasakan manusia seperti yang tersebut dalam surah al Hijr: 42 yang bermaksud : "Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu atas mereka kecuali orang yang mengikut kamu iaitu orang-orang yang sesat."
Selain gangguan qarin, Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab sahihnya bahawa Rasulullah S.A.W ada bersabda, yang bermaksud bahawa tidak ada anak Adam yang dilahirkan ke dunia ini yang tidak diganggu oleh syaitan kecuali Isa a.s. dan ibunya Maryam berdasarkan firman Allah dalam surah Ali-Imran ayat 36 yang bermaksud : "Sesungguhnya aku melindungi akan dia (Maryam) serta anak keturunannya daripada syaitan yang direjam."
Lantaran gangguan-gangguan yang sedia menunggu maka Allah menyuruh supaya dibacakan azan (bang) di telinga kanan dan (qamat) di telinga kiri sebaik-baik seorang bayi itu dilahirkan yang salah satu tujuannya untuk mengelakkan daripada gangguan iblis dan syaitan."
Daripada Abu Rafi r.a (bekas hamba yang dimerdekakan oleh Rasulullah S.A.W) ia berkata yang maksudnya : "Aku lihat Rasulullah S.A.W membaca azan solat di telinga Husain bin Ali ketika Fatimah r.ha. melahirkannya."
Sahabat yang dikasihi,
Marilah kita berhati-hati dalam kehidupan kita setiap hari kerana musuh sebenar kita berada di dalam diri kita sendiri, yang sentiasa menjalankan godaan dan hasutan siang dan malam tanpa berhenti-henti. Hikmah Allah S.W.T . menghantar satu qarin mengiringi kelahir seorang bayi adalah untuk menguji manusia supaya tetap istiqamah dengan jalan iman dan Islam dan tidak mudah terpedaya dengan hasutan qarin, iblis atau syaitan.
by Abu Basyer on Friday, May 13, 2011 at 9:01am
Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.
Sahabat yang dirahmati Allah,
Sabda Nabi S.A.W. maksudnya : "Tidak ada sesiapa diantara kamu melainkan baginya ditugaskan qarin dari kalangan jin, mereka berkata : 'Walaupun kamu Ya Rasulullah?', Baginda menjawab : 'Walaupun Aku, akan tetapi Allah menolongku dan aku selamat darinya (atau - mengIslamkannya), maka dia hanya akan memerintahku melakukan perkara yang baik" (Hadis Riwayat Muslim)
Qarin adalah sejenis jin yang berdamping dengan manusia. Qarin di sini adalah makhluk halus (dikalangan jin) yang mengiringi kelahiran seseorang bayi. Qarin suka menghasut manusia kearah kejahatan, melainkan qarin Nabi S.A.W. yang telah ditundukkan oleh baginda dan telah memeluk Islam.
Firman Allah S.W.T. maksudnya : ( Syaitan) yang sentiasa menyertainya (di dunia dahulu) berkata: 'Wahai Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi sememangnya dia sendiri berada di dalam kesesatan yang jauh terpesong'. (Allah berfirman) : 'Janganlah kamu bertengkar dihadapan-Ku, dan sungguh, dahulu Aku telah memberikan ancaman kepadamu.'. Keputusan-Ku tidak dapat diubah dan Aku tidak menzalimi hamba-hamba-Ku."
(Surah Qaf ayat 27-29)
Menurut Ibn Kathir rh, ayat "(qarin) syaitan yang sentiasa menyertainya (di dunia dahulu) berkata : "Ibn Abbas r.a, Mujahid, Qutaadah dan lain-lain mengatakan bahawa ia merujuk kepada 'syaitan' yang ditugaskan berdamping dengannya".
Disifatkan bahawa qarin ini pada hari kiamat tidak mengaku telah menyesatkan manusia, lalu mengatakan bahawa manusialah yang menyesatkan diri mereka sendiri. Seterusnya Ibn Kathir rh. memetik firman Allah S.W.T. menyatakan tugasan syaitan setelah berjaya menyesatkan manusia :-
Firman Allah S.W.T. maksudnya : "Dan berkatalah pula syaitan setelah selesai perkara itu: Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kamu dengan janji yang benar dan aku telah menjanjikan kamu lalu aku mungkiri janjiku itu kepada kamu dan tiadalah bagiku sebarang alasan dan kuasa mempengaruhi kamu selain daripada aku telah mengajak kamu lalu kamu terburu-buru menurut ajakanku itu; maka janganlah kamu salahkan daku tetapi salahkan diri kamu sendiri. Aku tidak dapat menyelamatkan kamu dan kamu juga tidak dapat menyelamatkan daku. Sesungguhnya dari dahulu lagi aku telah kufur ingkarkan (perintah Tuhan) yang kamu sekutukan daku denganNya. Sesungguhnya orang-orang yang zalim (yang meletakkan sesuatu pada bukan tempatnya) beroleh azab yang tidak terperi sakitnya." (Surah Ibrahim ayat 22)
Ibn Kathir rh menerangkan bahawa apabila dihadapan Allah kelak, kedua-dua manusia dan qarin saling menuduh diantara satu sama lain. Seterusnya Allah S.W.T. mengatakan bahawa semuanya sudah di hakimi, dan Allah hanya akan mengazab dosa yang ditanggung oleh masing2 dan bukan dosa orang lain. (Mukhtasar Tafsir al-Quran al-Azhim - Umdah al-Tafsir 'an al-hafiz Ibn Kathir 3/371, Dar el-Wafa' 2003. syiekh Ahmad Muhammad Syakir).
Satu persoalan yang timbul, adakah qarin Nabi S.A.W. juga seperti qarin manusia yang lain? Tentu sekali tidak. Nabi S.A.W telah megIslamkan qarinnya.
Kewujudan qarin ini ialah untuk menggoda manusia menampakkan hal-hal yang buruk dan yang jahat-jahat seolah-olah baik pada pandangan mata manusia. Qarin sentiasa berusaha untuk menjerumuskan manusia dan mengajak mereka melakukan kemungkaran dengan cara menggoda, merayu, memujuk dan menipu. Semua manusia mempunyai qarin sama ada ia nabi atau orang yang alim.
Qarin juga yang sentiasa menimbulkan was-was semasa kita mengerjakan solat hingga lupa berapa rekaat. Qarin yang sudah sedia ada bersama manusia akan bekerjasama dengan syaitan dan jin kafir lain yang datang kepada manusia untuk membisikan dan menggoda manusia dengan apa cara sekali pun.
Jika seseorang meninggal dunia (biasanya seseorang yang menuntut ilmu sihir) kadangkala ternampak banyangan simati balik kerumah, sebenarnya yang balik bukan ruh si mati tetapi qarin si mati yang berupa seperti wajah simati.
Dalam surah al-An'am: 112 Allah S.W.T berfirman maksudnya: "Dan demikianlah kami jadikan bagi setiap nabi itu musuh dari jenis manusia dan jin, sebahagian daripada mereka membisikkan kepada yang lain perkataan yang indah-indah untuk menipu."
Rasulullah S.A.W pernah bersabda yang bermaksud:
"Tidaklah salah seorang daripada kamu (yang lahir ke dunia) melainkan dia telah dipertemankan dengan seorang kawannya daripada jin dan seorang kawannya daripada kalangan malaikat. Sahabat bertanya: Adakah engkau juga wahai Rasulullah? Baginda menjawab: Dan aku pun. Akan tetapi Allah menolong aku daripada gangguannya, maka tidaklah ia mendorong saya, kecuali kepada kebaikan."
Tersebut dalam Al-Quran tentang tugas-tugas malaikat. Di antara mereka ada yang tugasnya mencatat amalan makhluk setiap hari, mencatat segala ucapan dan ada yang membawa wahyu kepada rasul-rasul dan nabi-nabi. Ada pula yang menjadi duta‑duta. Ada pula yang bertugas memelihara al -Quran, ada yang menjaga syurga dan ada yang menjaga neraka. Di antara mereka juga ada yang sentiasa berdoa siang dan malam, memuji-muji Allah dan bersujud. Ada pula yang sentiasa berdoa agar makhluk yang taat kepada Allah diberi keampunan.
Tersebut juga dalam Al-Quran tentang adanya malaikat yang datang membawakan ilham kepada Maryam bahawa dia akan diberi putera, atau yang kelihatan oleh Rasulullah S.A.W., ketika beliau mula-mula menerima wahyu.
Tersebut juga dalam Al-Quran bahawa malaikat yang datang membawa wahyu kepada rasul-rasul itu namanya Jibril . Manusia yang sentiasa beriman dan istiqamah (tetap hati)) akan didatangi oleh malaikat-malaikat untuk menghilangkan rasa takut dan dukacita mereka. Dalam Peperangan Badar malaikat telah datang menolong orang-orang Islam, sampai 3,000 malaikat jumlahnya.
Dijelaskan juga dalam hadis bahawa malaikat-malaikat itu memberi ilham yang baik semangat dan iman. Ketika manusia diberi ilham yang baik oleh malaikat atau was-was yang buruk oleh syaitan, maka yang menerima ilham atau was-was itu bukanlah badan kasar, melainkan roh manusia jua.
Tidak ada seorang pun yang dapat melihat dengan matanya sama ada malaikat atau syaitan yang datang memberi ilham atau was-was, melainkan pengaruh mereka itu masuk ke dalam jiwa atau perasaan orang yang berkenaan.
Kenyataan ini dikuatkan oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Termizi, an-Nisai demikian maksudnya : "Sesungguhnya dari syaitan ada semacam gangguan kepada anak Adam, dan dari malaikat pun ada pula. Adapun gangguan syaitan ialah menjanjikan kejahatan dan mendustakan kebenaran dan sentuhan malaikat ialah menjanjikan kebaikan dan menerima kebenaran. Maka sesiapa merasai yang demikian, dia hendaklah mengetahui bahawa perkara itu daripada Allah dan terima kasihlah ia kepada-Nya."
Tetapi kalau didapatinya yang lain, maka dia hendaklah berlindung kepada Allah daripada syaitan yang direjam. Banyakkan berzikir dan beristighfar supaya terhindar daripada gangguan syaitan.
Jelasnya bahawa setiap orang itu mempunyai qarin. Maksud qarin di sini ialah jin kafir yang sentiasa berusaha untuk menyesatkan manusia. Di antara qarin dan manusia, perbezaannya ialah manusia adalah seumpama bahan tunggangan, manakala qarin (jin kafir atau syaitan) tadi adalah penunggangnya. Demikianlah perbandingan yang diberi oleh Rasulullah S.A.W.
Maksud menunggang atau memperkosa di sini bukanlah seumpama manusia itu menunggang kuda, menjadikan syaitan itu seumpama seorang penunggang yang sentiasa berada di atas jasad manusia dalam keadaan yang tidak dapat dilihat.
Maksud sebenar hadis ini ialah iblis dan syaitan itu sentiasa berazam dan berusaha supaya manusia menurut kehendaknya. banyak di antara mereka yang terpedaya dengannya sehingga menjadikan manusia itu memandang benda-benda yang baik itu buruk dan yang buruk itu baik serta menarik, cantik serta mengghairahkan, lantas mereka menentang perintah Allah S.W.T. Mereka inilah golongan yang menjadi bahan tunggangan qarin tadi.
Sahabat yang dimuliakan,
Iblis menggoda dan menipu manusia. Gambaran godaan iblis dan syaitan terhadap manusia dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang bermaksud bahawa seseorang itu apabila hendak menganut agama Islam, iblis akan menggoda dan menipu manusia. Syaitan akan bertanya adakah mereka hendak meninggalkan agama asal mereka, iaitu agama yang telah dianuti oleh bapa-bapa dan keturunan mereka sejak dahulu kala lagi. Ketika manusia hendak berhijrah, iblis dan syaitan bertanya, adakah mereka sanggup meninggalkan tanah air yang telah mereka diami sejak dahulu kala. Adakah mereka akan meninggalkan langit atau tempat mereka berlindung. Pada hal tempat yang hendak dituju belum pasti dapat menjamin kebahagiaan mereka.
Sesungguhnya syaitan itu duduk mengganggu manusia dengan berbagai-bagai cara. la duduk melakukan gangguan kepada manusia dengan alasan Islam. Lalu ia berkata: "Apakah kamu masuk Islam dan meninggalkan agama kamu dan agama nenek-moyang kamu? Tetapi manusia itu menentangnya dan masuk Islam. Lalu syaitan itu duduk mengganggu manusia dengan jalan hijrah." Syaitan berkata: "Apakah kamu hendak hijrah, meninggalkan bumi dan langitmu? Tetapi manusia itu menentang dan hijrah. Kemudian syaitan itu duduk dan menganggu manusia dengan jalan jihad dan berkata: Apakah kamu akan berjihad sedangkan jihad itu menghilangkan nyawa dan harta. Kamu akan terbunuh. Maka isteri kamu akan dikahwini oleh orang lain, manakala harta-harta kamu akan dibahagi-bahagikan. Tetapi manusia tetap menentang syaitan dan terus berjihad.
Begitulah gambaran ringkas atas tamsil yang terjadi antara manusia dan qarinnya atau dengan syaitan lain. Hanya manusia yang leka dan sesat sahaja yang akan terpedaya dengan qarinnya yang boleh diperintah dan diarahkan menurut kehendaknya. Mereka inilah yang akan menjadi kuda tunggangan iblis dan syaitan. Inilah jawapan Allah S.W.T ketika iblis bersumpah akan membinasakan manusia seperti yang tersebut dalam surah al Hijr: 42 yang bermaksud : "Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu atas mereka kecuali orang yang mengikut kamu iaitu orang-orang yang sesat."
Selain gangguan qarin, Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab sahihnya bahawa Rasulullah S.A.W ada bersabda, yang bermaksud bahawa tidak ada anak Adam yang dilahirkan ke dunia ini yang tidak diganggu oleh syaitan kecuali Isa a.s. dan ibunya Maryam berdasarkan firman Allah dalam surah Ali-Imran ayat 36 yang bermaksud : "Sesungguhnya aku melindungi akan dia (Maryam) serta anak keturunannya daripada syaitan yang direjam."
Lantaran gangguan-gangguan yang sedia menunggu maka Allah menyuruh supaya dibacakan azan (bang) di telinga kanan dan (qamat) di telinga kiri sebaik-baik seorang bayi itu dilahirkan yang salah satu tujuannya untuk mengelakkan daripada gangguan iblis dan syaitan."
Daripada Abu Rafi r.a (bekas hamba yang dimerdekakan oleh Rasulullah S.A.W) ia berkata yang maksudnya : "Aku lihat Rasulullah S.A.W membaca azan solat di telinga Husain bin Ali ketika Fatimah r.ha. melahirkannya."
Sahabat yang dikasihi,
Marilah kita berhati-hati dalam kehidupan kita setiap hari kerana musuh sebenar kita berada di dalam diri kita sendiri, yang sentiasa menjalankan godaan dan hasutan siang dan malam tanpa berhenti-henti. Hikmah Allah S.W.T . menghantar satu qarin mengiringi kelahir seorang bayi adalah untuk menguji manusia supaya tetap istiqamah dengan jalan iman dan Islam dan tidak mudah terpedaya dengan hasutan qarin, iblis atau syaitan.
Khamis, 21 April 2011
Isnin, 18 April 2011
edisi 360...
SAKSIKANLAH KAMI PUSAT RAWATAN ISLAM KISWAH KLANG DI TV3 DALAM EDISI 360 PADA HARI RABU INI JAM 9.00MLM
KESAN-KESAN GANGGUAN MAKHLUK HALUS PADA ANAK ADAM...
Apakah jenis-jenis penyakit yang boleh disebabkan oleh Makhluk Halus?
by Nurul Nadiah on Monday, April 18, 2011 at 2:20am
Soalan
Saya pernah membaca dalam beberapa penulisan termasuk penjelasan yang ustaz telah berikan dalam Harakah yang lepas bahawa makhluk halus (jin, syaitan dsbnya). Bolehkah ustaz jelaskan apakah jenis-jenis penyakit boleh dilakukan oleh makhluk ini kepada manusia?
Jawapan
Berdasarkan kepada nas-nas yang sahih khususnya dalam al-Quran dan sunnah Nabawiyyah, bahawa Allah SWT memperincikan bahawa makhluk halus seperti jin, ifrit dsbnya, dalam keadaan tertentu boleh memberikan berbagai penyakit ke atas anak Adam.
Di antara penyakit itu disebut dalam Surah al-Baqarah ayat 102 (mafhumnya), "Sesungguhnya orang-orang yang memakan riba' tidak dibangunkan pada Hari Kiamat melainkan dalam keadaan seperti orang yang telah rasuk oleh syaitan daripada sentuhan yang membawa kepada kecelakaan."
Istilah yang Allah digunakan dalam ayat tersebut ialah 'attkhabbut' yang bermakna dipukul dengan kuat atau dicederakannya.
Surah al-A'raf ayat 201, Allah menggunakan perkataan 'almass' yang diantara maksudnya, "Sesungguhnya orang-orang yang taqwa itu apabila mereka diganggu oleh syaitan dengan 'mass', sentuhan yang boleh membawa kepada kehilangan akal oleh jin-jin yang berkeliaran. Mereka segera ingat kepada Allah SWT, lalu mereka dapat pulih."
Surah al-Mujadalah ayat 19, Allah menggunakan perkataan 'istihwaaz', maksudnya syaitan boleh menguasai dan mengalahkan manusia sehingga mereka tidak sedarkan diri atau lupakan segalanya.
Surah al-A'raf ayat 300, syaitan boleh mengenakan kepada manusia 'annazghu' atau menipu dan menghasut untuk melakukan kejahatan. Ertinya golongan syaitan boleh menipu dan menghasut manusia sehingga kepada membunuh.
Surah as-Saad ayat 41, syaitan boleh mengenakan 'annasad' dalam ayat ini yang mafhumnya, "Dan ingatlah peristiwa hamba kami Ayub a.s, ketika ia bermunajat kepada Allah dengan mengadu katanya, 'sesungguhnya saya ya Allah, dikenakan oleh syaitan dengan 'nusghin wa azab'." Nasad yang membawa makna penat atau lebih yang amat sangat.
Jelas bahawa kepenatan, keletihan, kesusahan dan azab sengsara boleh dilakukan oleh makhluk ini berdasarkan ayat-ayat yang saya sebutkan.
Dalam sunnah yang sahih, disebut bahawa syaitan dan suku sakatnya boleh menyebabkan manusia menjadi gila. Hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, dikisahkan tentang seorang anak muda yang baru berkahwin sempena dengan Peperangan Ahzab. Beliau menyertai Rasulullah s.a.w mengorek parit di waktu tengahari, beliau memohon izin kepada Rasullah untuk pulang. Rasulullah keberatan mengizinkan. Namun atas desakannya lalu dibenarkan. Bagaimanapun Rasullullah mengingatkan kepada pemuda tersebut supaya membawa senjata. Apabila sampai di rumah beliau dapati isterinya berada di luar rumah. Lalu dilihat dalam rumahnya ada ulat hitam yang besar. Pemuda ini terus menusuk tombaknya kepada ular tersebut. Lalu ular itu menggelupur, tapi dalam waktu yang sama pemuda itu turut menggelupur. Akhirnya ular itu mati dan pemuda pun mati juga. Apabila peristiwa ini dimaklumkan kepada Rasulullah, lalu baginda menyebut itu (ular) adalah jin. (Sahih Mulim, Juzuk ke 4 hadis 1756).
Suatu peristiwa lain, Yaa'li bin Murrah menceritakan dari bapanya, bahawa suatu ketika seorang perempuan telah membawa anaknya yang berpenyakit 'lammam' (akal yang bercelaru atau gila). Rasullah s.a.w merawatnya dengan membaca sesuatu, lalu baginda menepuk belakangnya dan pemuda itu termuntah lalu keluarlah objek kehitam-hitaman berlari keluar dan terus hilang, lalu pemuda ini kembali siuman seperti biasa. Hadis ini terdapat dalam Musnah Imam Ahmad.
Inilah di antara sebahagian penyakit yang boleh dicetuskan syaitan ke atas manusia.
Saya pernah membaca dalam beberapa penulisan termasuk penjelasan yang ustaz telah berikan dalam Harakah yang lepas bahawa makhluk halus (jin, syaitan dsbnya). Bolehkah ustaz jelaskan apakah jenis-jenis penyakit boleh dilakukan oleh makhluk ini kepada manusia?
Jawapan
Berdasarkan kepada nas-nas yang sahih khususnya dalam al-Quran dan sunnah Nabawiyyah, bahawa Allah SWT memperincikan bahawa makhluk halus seperti jin, ifrit dsbnya, dalam keadaan tertentu boleh memberikan berbagai penyakit ke atas anak Adam.
Di antara penyakit itu disebut dalam Surah al-Baqarah ayat 102 (mafhumnya), "Sesungguhnya orang-orang yang memakan riba' tidak dibangunkan pada Hari Kiamat melainkan dalam keadaan seperti orang yang telah rasuk oleh syaitan daripada sentuhan yang membawa kepada kecelakaan."
Istilah yang Allah digunakan dalam ayat tersebut ialah 'attkhabbut' yang bermakna dipukul dengan kuat atau dicederakannya.
Surah al-A'raf ayat 201, Allah menggunakan perkataan 'almass' yang diantara maksudnya, "Sesungguhnya orang-orang yang taqwa itu apabila mereka diganggu oleh syaitan dengan 'mass', sentuhan yang boleh membawa kepada kehilangan akal oleh jin-jin yang berkeliaran. Mereka segera ingat kepada Allah SWT, lalu mereka dapat pulih."
Surah al-Mujadalah ayat 19, Allah menggunakan perkataan 'istihwaaz', maksudnya syaitan boleh menguasai dan mengalahkan manusia sehingga mereka tidak sedarkan diri atau lupakan segalanya.
Surah al-A'raf ayat 300, syaitan boleh mengenakan kepada manusia 'annazghu' atau menipu dan menghasut untuk melakukan kejahatan. Ertinya golongan syaitan boleh menipu dan menghasut manusia sehingga kepada membunuh.
Surah as-Saad ayat 41, syaitan boleh mengenakan 'annasad' dalam ayat ini yang mafhumnya, "Dan ingatlah peristiwa hamba kami Ayub a.s, ketika ia bermunajat kepada Allah dengan mengadu katanya, 'sesungguhnya saya ya Allah, dikenakan oleh syaitan dengan 'nusghin wa azab'." Nasad yang membawa makna penat atau lebih yang amat sangat.
Jelas bahawa kepenatan, keletihan, kesusahan dan azab sengsara boleh dilakukan oleh makhluk ini berdasarkan ayat-ayat yang saya sebutkan.
Dalam sunnah yang sahih, disebut bahawa syaitan dan suku sakatnya boleh menyebabkan manusia menjadi gila. Hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, dikisahkan tentang seorang anak muda yang baru berkahwin sempena dengan Peperangan Ahzab. Beliau menyertai Rasulullah s.a.w mengorek parit di waktu tengahari, beliau memohon izin kepada Rasullah untuk pulang. Rasulullah keberatan mengizinkan. Namun atas desakannya lalu dibenarkan. Bagaimanapun Rasullullah mengingatkan kepada pemuda tersebut supaya membawa senjata. Apabila sampai di rumah beliau dapati isterinya berada di luar rumah. Lalu dilihat dalam rumahnya ada ulat hitam yang besar. Pemuda ini terus menusuk tombaknya kepada ular tersebut. Lalu ular itu menggelupur, tapi dalam waktu yang sama pemuda itu turut menggelupur. Akhirnya ular itu mati dan pemuda pun mati juga. Apabila peristiwa ini dimaklumkan kepada Rasulullah, lalu baginda menyebut itu (ular) adalah jin. (Sahih Mulim, Juzuk ke 4 hadis 1756).
Suatu peristiwa lain, Yaa'li bin Murrah menceritakan dari bapanya, bahawa suatu ketika seorang perempuan telah membawa anaknya yang berpenyakit 'lammam' (akal yang bercelaru atau gila). Rasullah s.a.w merawatnya dengan membaca sesuatu, lalu baginda menepuk belakangnya dan pemuda itu termuntah lalu keluarlah objek kehitam-hitaman berlari keluar dan terus hilang, lalu pemuda ini kembali siuman seperti biasa. Hadis ini terdapat dalam Musnah Imam Ahmad.
Inilah di antara sebahagian penyakit yang boleh dicetuskan syaitan ke atas manusia.
Selasa, 12 April 2011
RAHSIA WUDUK PADA KESIHATAN PART 2
Rahsia Wuduk Kepada Kesihatan ( part 2 )
Kelebihan wuduk mengikut Sunnah
Daripada Abu Malik al-Haris ibn Asim al-Asya'arie r.a. beliau berkata : Rasulullah s.a.w. telah bersabda : "Kebersihan itu sebahagian daripada iman."
Jika seseorang Muslim itu menghayati faedah berwuduk nescaya ia akan berwuduk setiap masa. Malah denga wuduk yang baik dapat menghapuskan dosa.
Dari Umar r.a. berkata : Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda : "Barangsiapa berwuduk dengan sebaik-baik wuduk maka akan keluar dosa-dosanya dari tubuhnya sehingga ia keluar dari celah-celah kukunya." (Hadis Imam Muslim)
Dari Abi Umamah r.a. berkata : "Rasulullah s.a.w. bersabda : Apabila seseorang Muslim berwuduk maka akan keluar dosa-dosanya dari pendengarannya (telinganya), matanya, tangannya dan dari kedua kakinya. Apabila ia duduk menanti solat, ia duduk dalam keampunan (diampunkan) dosa-dosanya." (Hadis Imam Ahmad)
Dengan wuduk seseorang dapat memasuki syurga dari pintu-pintu yang disukainya sebagaimana sabda Nabi s.a.w. :
"Tiada seorang pun dari kalian yang berwuduk, lalu ia menyampaikan atau meratakan wuduknya, kemudian dia mengucapkan : Asyhadu alla Ilaha illallah wa anna Muhammadan 'Abduhu wa Rasuluhu, melainkan dibukalah untuknya pintu syurga yang lapan, dia boleh memasuki dari pintu manapun yang dia kehendaki." (Hadis riwayat Muslim)
Menurut Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda : "Apabila seorang hamba Muslim atau mukmin berwuduk lalu membasuh mukanya keluarlah semua dosa yang dilihat dengan matanya bersama air atau bersama titisan air. Apabila dia membasuh kedua-dua belah tangannya keluarlah dosa yang dilakukan menggunakan kedua-dua tangannya bersama air atau titisan air. Apabila dia membasuh kedua-dua kakinya, keluarlah dosa berjalan yang digunakan kedua-dua belah kakinya bersama air atau titisan air terakhir sehingga dia benar-benar bersih dari segala dosa." (Hadis riwayat Muslim)
Banyak hadis yang menganjurkan supaya kita berada dalam keadaan berwuduk, walaupun kita bukan dalam keadaan mendirikan solat.
Berdasarkan sunnah ini, generasi sahabat sehingga generasi orang soleh, sentiasa menjaga wuduk mereka dalam segala hal, sama ada semasa mereka dalam perjalanan, membaca al-Quran, menuntut ilmu, bekerja , ketika hendak tidur dan juga termasuk dalam sebelum dan selepas bersetubuh.
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda, "Apabila kamu hendak tidur, berwuduklah seperti kamu hendak solat. Sesudah itu berbaringlah ke kanan dan bacalah 'Ya Allah, kuserahkan diriku kepadamu, aku berlindung kepadamu. Tiada ada tempat berlindung dan tempat mencari keselamatan kecuali kepadamu. Ya Alla, aku percaya pada kitab yang Engkau turunkan dan kepada Nabi yang kau utuskan. Sekiranya kamu mati pada malam itu, maka kamu mati dalam Muslim. Jadikanlah doa itu sebagai akhir perbicaraan kamu." (Hadis Riwayat Bukhari)
Beberapa Penemuan Saintifik Melalui Berwuduk
1. Apabila air dingin melalui tubuh yang letih, ia mampu melancarkan peredaran darah dan membuatkan tubuh lebih segar.
2. Air dingin meningkatkan keupayaan sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan sistem pertahanan tubuh melawan virus.
3. Berwuduk di waktu pagi meningkatkan produktiviti hormon estrogen sekali gus meningkatkan tahap kesuburan.
4. Boleh memperbaiki jaringan kulit dan membuatkan kuku lebih sihat dan kuat.
5. Air dingin pada waktu pagi mampu menghasilkan ion-ion negatif yang boleh meneutralkan darah dan membantu menyerap oksigen dengan lebih optimal sehingga wajah kelihatan lebih cerah dan berseri.
Kelebihan wuduk mengikut Sunnah
Daripada Abu Malik al-Haris ibn Asim al-Asya'arie r.a. beliau berkata : Rasulullah s.a.w. telah bersabda : "Kebersihan itu sebahagian daripada iman."
Jika seseorang Muslim itu menghayati faedah berwuduk nescaya ia akan berwuduk setiap masa. Malah denga wuduk yang baik dapat menghapuskan dosa.
Dari Umar r.a. berkata : Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda : "Barangsiapa berwuduk dengan sebaik-baik wuduk maka akan keluar dosa-dosanya dari tubuhnya sehingga ia keluar dari celah-celah kukunya." (Hadis Imam Muslim)
Dari Abi Umamah r.a. berkata : "Rasulullah s.a.w. bersabda : Apabila seseorang Muslim berwuduk maka akan keluar dosa-dosanya dari pendengarannya (telinganya), matanya, tangannya dan dari kedua kakinya. Apabila ia duduk menanti solat, ia duduk dalam keampunan (diampunkan) dosa-dosanya." (Hadis Imam Ahmad)
Dengan wuduk seseorang dapat memasuki syurga dari pintu-pintu yang disukainya sebagaimana sabda Nabi s.a.w. :
"Tiada seorang pun dari kalian yang berwuduk, lalu ia menyampaikan atau meratakan wuduknya, kemudian dia mengucapkan : Asyhadu alla Ilaha illallah wa anna Muhammadan 'Abduhu wa Rasuluhu, melainkan dibukalah untuknya pintu syurga yang lapan, dia boleh memasuki dari pintu manapun yang dia kehendaki." (Hadis riwayat Muslim)
Menurut Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda : "Apabila seorang hamba Muslim atau mukmin berwuduk lalu membasuh mukanya keluarlah semua dosa yang dilihat dengan matanya bersama air atau bersama titisan air. Apabila dia membasuh kedua-dua belah tangannya keluarlah dosa yang dilakukan menggunakan kedua-dua tangannya bersama air atau titisan air. Apabila dia membasuh kedua-dua kakinya, keluarlah dosa berjalan yang digunakan kedua-dua belah kakinya bersama air atau titisan air terakhir sehingga dia benar-benar bersih dari segala dosa." (Hadis riwayat Muslim)
Banyak hadis yang menganjurkan supaya kita berada dalam keadaan berwuduk, walaupun kita bukan dalam keadaan mendirikan solat.
Berdasarkan sunnah ini, generasi sahabat sehingga generasi orang soleh, sentiasa menjaga wuduk mereka dalam segala hal, sama ada semasa mereka dalam perjalanan, membaca al-Quran, menuntut ilmu, bekerja , ketika hendak tidur dan juga termasuk dalam sebelum dan selepas bersetubuh.
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda, "Apabila kamu hendak tidur, berwuduklah seperti kamu hendak solat. Sesudah itu berbaringlah ke kanan dan bacalah 'Ya Allah, kuserahkan diriku kepadamu, aku berlindung kepadamu. Tiada ada tempat berlindung dan tempat mencari keselamatan kecuali kepadamu. Ya Alla, aku percaya pada kitab yang Engkau turunkan dan kepada Nabi yang kau utuskan. Sekiranya kamu mati pada malam itu, maka kamu mati dalam Muslim. Jadikanlah doa itu sebagai akhir perbicaraan kamu." (Hadis Riwayat Bukhari)
Beberapa Penemuan Saintifik Melalui Berwuduk
1. Apabila air dingin melalui tubuh yang letih, ia mampu melancarkan peredaran darah dan membuatkan tubuh lebih segar.
2. Air dingin meningkatkan keupayaan sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan sistem pertahanan tubuh melawan virus.
3. Berwuduk di waktu pagi meningkatkan produktiviti hormon estrogen sekali gus meningkatkan tahap kesuburan.
4. Boleh memperbaiki jaringan kulit dan membuatkan kuku lebih sihat dan kuat.
5. Air dingin pada waktu pagi mampu menghasilkan ion-ion negatif yang boleh meneutralkan darah dan membantu menyerap oksigen dengan lebih optimal sehingga wajah kelihatan lebih cerah dan berseri.
RAHSIA WUDUK PART 1
Wuduk itu adalah mukadimah kepada solat. Sebelum menunaikan solat, kita harus mengambil wuduk terlebih dahulu. Wuduk adalah satu cara pengabdian kepada Allah dengan membasuh anggota tertentu menurut cara ditetapkan syarak. Menurut ijtimak ulama, solat tanpa wuduk tidak akan diterima manakala penilaian daripada kelebihan berwuduk, ia menghapuskan dosa kecil.
Sewajarnya umat Islam hendaklah berwuduk seperti sifat wuduk yang ditetapkan syarak di samping menyempurnakan anggota wuduk yang wajib dan menjaga perbuatan sunat serta perkara dituntut ketika berwuduk.
Sayidina Abu Bakar atau Sayidina Umar kelihatan pucat mukanya atau menggigil ketika mengambil wuduk lagi, kerana mereka sedar sebentar lagi mereka akan menghadap Allah, Tuhan sekalian alam.
Wuduk mempunyai banyak kelebihan yang tersendiri. Ia bukan hanya sekadar membersihkan dan menyucikan diri, nilai yang terkandung di dalamnya juga boleh dirasai hingga ke dalam hati. Namun, ramai antara kita yang tidak sedar akan hakikat bahawa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmahnya yang tersendiri. Pernahkah terfikir, mengapa kita mengambil wuduk sedemikian rupa? Allah berfirman dalam al-Quran yang maksudnya:
"Hai orang-orang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan solat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki... ( surah al-Maa'idah : 6)
Sebagai orang yang beragama Islam, bersikap bersih amat perlu dalam kehidupan. Kebersihan daripada kekotoran yang dilakukan oleh seseorang pada diri, pakaian dan tempat tinggal mempunyai nilai yang tinggi sehingga disebut Rasulullah separuh daripada iman. Kebersihan yang dimaksudkan juga termasuk kebersihan hati daripada sifat-sifat seperti takabur, riyak dan hasad yang memerlukan kita bertaubat. Sabda Rasulullah s.a.w. :
"Apabila seseorang hamba Muslim atau Mukmin berwuduk, lalu ia mencuci wajahnya, maka akan keluar daripada wajahnya setiap dosa yang ia lihat (yang haram) bersamaan dengan air atau bersamaan titisan air terakhir bila ia mencuci kedua tangannya, keluar dosa-dosa yang dilakukan kedua kakinya bersamaan denagn air atau bersamaan dengan titisan air terakhir hingga ia keluar dalam keadaan bersih daripada dosa." (Hadis riwayat Muslim)
Hikmah untuk kesihatan
Wuduk sebenarnya mempunyai rahsianya yang tersendiri terutamanya dari sudut kesihatan. Ada beberapa kajian yang mengukuhkan kenyataan ini. Terdapat satu artikel yang bertajuk Muslims Rituals And Their Effect On The Person's Health yang dikarang oleh Dr. Magomed Magomedov seorang pengamal perubatan.
Beliau mengatakan bahawa berwuduk merangsang pusingan biologi manusia dengan merangsang kawasan-kawasan yang tertentu yang dikenali sebagai Kawasan Aktif Biologi. Menurut beliau, bangsa Cina banyak mengkaji ilmu refleksologi dan mereka meyakini jika Kawasan Aktif Biologi ini dirangsang ia akan merangsang sistem saraf dalam badan sekaligus memberi kesan yang positif terhadap kesihatan seseorang.
Berdasarkan ilmu perubatan china, badan manusia mempunyai lebih kurang 700 "Kawasan Aktif Biologi" dan 66 daripadanya memberi kesan positif yang segera sekiranya dirangsang. Dan daripada 66 kawasan ini, 61 daripadanya berada di kawasan wuduk utama orang Islam.
Manakala lima lagi kawasan terletak antara buku lali dan lutut di mana ia kawasan yang disunatkan berwuduk. Di samping kita berwuduk dalam menunaikan ibadah ia juga mengandungi penawar yang mampu mencegah daripada pelbagai penyakit.
Beliau juga menyatakan apabila seseorang menyentuh mukanya semasa berwuduk, ia merangsang saraf bagi memberi kekuatan baru (recharge) kepada organ-organ seperti usus, perut, pundi kencing, sistem peranakan dan sistem saraf.
Apabila kawasan kaki kanan dibasuh dan digosok ia merangsang sistem saraf bagi memulihkan sistem tulang, usus pankreas, hempedu, tiroid dan kawasan pinggang. Manakala apabila kaki kiri dibasuh dan digosok, merangsang sistem saraf yang berperanan untuk mengelokkan kelenjar pituitury dan kawasan otak yang mengawal sistem endokrin.
Dalam satu buku yang bertajuk Prayers: A Sport For The Soul and Body tulisan Mukhtar Salem melaporkan bahawa berwuduk mampu mencegah seseorang daripada kanser. Hal ini disebabkan kanser adalah bahan kimia yang melekat pada kulit badan seseorang kesan daripada pencemaran yang berlaku pada hari ini. Pembasuhan anggota badan melalui wuduk ini secara tidak langsung membersihkan badan daripada kesan pencemaran ini.
Berhubung dengan perbuatan berkumur semasa berwuduk dengan tujuan membersihkan mulut daripada sisa-sisa makanan yang melekat dicelah-celah gigi ditambah pula dengan galakan nabi supaya bersiwak (menggosok gigi) semasa berwuduk.
Sabda Nabi, "Jika tidak menyusahkan umatku, akan aku suruh mereka bersiwak setiap kali mereka hendak bersolat dan akan aku suruh mereka ketika berwuduk." (Hadis riwayat Ahmad)
Mengikut Malaysia Healthcare Guide (1997) antara cara yang terbaik untuk mencegah kerosakan gigi ialah dengan menggosok gigi setiap kali selepas makan atau pun paling kurang berkumur mulut.
Justeru melaksanakan wuduk adalah relevan dan banyak kelebihan dengan kehidupan manusia pada hari ini. Benarlah Ibnu Qaiyim Al-Jauziyah dalam At-Tib An-Nabawi, "Mandi wajib dan wuduk mendatangkan kesegaran badan dan kesedapan jiwa serta menghilangkan sebarang kekotoran yang diperoleh antaranya disebabkan jimak."
Sewajarnya umat Islam hendaklah berwuduk seperti sifat wuduk yang ditetapkan syarak di samping menyempurnakan anggota wuduk yang wajib dan menjaga perbuatan sunat serta perkara dituntut ketika berwuduk.
Sayidina Abu Bakar atau Sayidina Umar kelihatan pucat mukanya atau menggigil ketika mengambil wuduk lagi, kerana mereka sedar sebentar lagi mereka akan menghadap Allah, Tuhan sekalian alam.
Wuduk mempunyai banyak kelebihan yang tersendiri. Ia bukan hanya sekadar membersihkan dan menyucikan diri, nilai yang terkandung di dalamnya juga boleh dirasai hingga ke dalam hati. Namun, ramai antara kita yang tidak sedar akan hakikat bahawa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmahnya yang tersendiri. Pernahkah terfikir, mengapa kita mengambil wuduk sedemikian rupa? Allah berfirman dalam al-Quran yang maksudnya:
"Hai orang-orang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan solat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki... ( surah al-Maa'idah : 6)
Sebagai orang yang beragama Islam, bersikap bersih amat perlu dalam kehidupan. Kebersihan daripada kekotoran yang dilakukan oleh seseorang pada diri, pakaian dan tempat tinggal mempunyai nilai yang tinggi sehingga disebut Rasulullah separuh daripada iman. Kebersihan yang dimaksudkan juga termasuk kebersihan hati daripada sifat-sifat seperti takabur, riyak dan hasad yang memerlukan kita bertaubat. Sabda Rasulullah s.a.w. :
"Apabila seseorang hamba Muslim atau Mukmin berwuduk, lalu ia mencuci wajahnya, maka akan keluar daripada wajahnya setiap dosa yang ia lihat (yang haram) bersamaan dengan air atau bersamaan titisan air terakhir bila ia mencuci kedua tangannya, keluar dosa-dosa yang dilakukan kedua kakinya bersamaan denagn air atau bersamaan dengan titisan air terakhir hingga ia keluar dalam keadaan bersih daripada dosa." (Hadis riwayat Muslim)
Hikmah untuk kesihatan
Wuduk sebenarnya mempunyai rahsianya yang tersendiri terutamanya dari sudut kesihatan. Ada beberapa kajian yang mengukuhkan kenyataan ini. Terdapat satu artikel yang bertajuk Muslims Rituals And Their Effect On The Person's Health yang dikarang oleh Dr. Magomed Magomedov seorang pengamal perubatan.
Beliau mengatakan bahawa berwuduk merangsang pusingan biologi manusia dengan merangsang kawasan-kawasan yang tertentu yang dikenali sebagai Kawasan Aktif Biologi. Menurut beliau, bangsa Cina banyak mengkaji ilmu refleksologi dan mereka meyakini jika Kawasan Aktif Biologi ini dirangsang ia akan merangsang sistem saraf dalam badan sekaligus memberi kesan yang positif terhadap kesihatan seseorang.
Berdasarkan ilmu perubatan china, badan manusia mempunyai lebih kurang 700 "Kawasan Aktif Biologi" dan 66 daripadanya memberi kesan positif yang segera sekiranya dirangsang. Dan daripada 66 kawasan ini, 61 daripadanya berada di kawasan wuduk utama orang Islam.
Manakala lima lagi kawasan terletak antara buku lali dan lutut di mana ia kawasan yang disunatkan berwuduk. Di samping kita berwuduk dalam menunaikan ibadah ia juga mengandungi penawar yang mampu mencegah daripada pelbagai penyakit.
Beliau juga menyatakan apabila seseorang menyentuh mukanya semasa berwuduk, ia merangsang saraf bagi memberi kekuatan baru (recharge) kepada organ-organ seperti usus, perut, pundi kencing, sistem peranakan dan sistem saraf.
Apabila kawasan kaki kanan dibasuh dan digosok ia merangsang sistem saraf bagi memulihkan sistem tulang, usus pankreas, hempedu, tiroid dan kawasan pinggang. Manakala apabila kaki kiri dibasuh dan digosok, merangsang sistem saraf yang berperanan untuk mengelokkan kelenjar pituitury dan kawasan otak yang mengawal sistem endokrin.
Dalam satu buku yang bertajuk Prayers: A Sport For The Soul and Body tulisan Mukhtar Salem melaporkan bahawa berwuduk mampu mencegah seseorang daripada kanser. Hal ini disebabkan kanser adalah bahan kimia yang melekat pada kulit badan seseorang kesan daripada pencemaran yang berlaku pada hari ini. Pembasuhan anggota badan melalui wuduk ini secara tidak langsung membersihkan badan daripada kesan pencemaran ini.
Berhubung dengan perbuatan berkumur semasa berwuduk dengan tujuan membersihkan mulut daripada sisa-sisa makanan yang melekat dicelah-celah gigi ditambah pula dengan galakan nabi supaya bersiwak (menggosok gigi) semasa berwuduk.
Sabda Nabi, "Jika tidak menyusahkan umatku, akan aku suruh mereka bersiwak setiap kali mereka hendak bersolat dan akan aku suruh mereka ketika berwuduk." (Hadis riwayat Ahmad)
Mengikut Malaysia Healthcare Guide (1997) antara cara yang terbaik untuk mencegah kerosakan gigi ialah dengan menggosok gigi setiap kali selepas makan atau pun paling kurang berkumur mulut.
Justeru melaksanakan wuduk adalah relevan dan banyak kelebihan dengan kehidupan manusia pada hari ini. Benarlah Ibnu Qaiyim Al-Jauziyah dalam At-Tib An-Nabawi, "Mandi wajib dan wuduk mendatangkan kesegaran badan dan kesedapan jiwa serta menghilangkan sebarang kekotoran yang diperoleh antaranya disebabkan jimak."
Langgan:
Catatan (Atom)